Ketika Soneta Group Bersepanggung Dengan God Bless

Achmad Albar berduet dengan Rhoma Irama di Istora Senayan jakarta 31 Desember 1977

Dua puluh delapan¬†tahun silam tepatnya tanggal 22 Desember 1985 untuk kedua kalinya Soneta Group, orkes dangdut yang dibentuk Rhoma Irama bersepanggung dengan God Bless, band rock yang dimotori Achmad Albar. Pertama kali God Bless diskenariokan tampil bersama Soneta Group pada perayaan malam tahun baru yang berlangsung di Istora Senayan Jakarta pada tanggal 31 Desember 1977. Tampilnya God Bless dan Soneta Group merupakan konser yang banyak menyerap minat penonton. Massa penonton rock dan dangdut bisa dikatakan seimbang. Bahkan bukan tak mungkin ada penikmat rock yang juga menyukai dangdut, demikian juga sebaliknya. Secara jujur harus diakui, rock dan dangdut adalah musik yang memiliki karakter dan dinamika yang dekat semangat anak muda atau yang berjiwa muda. Rock dengan kredo kebebasan berekspresi nyaris memiliki persamaan dalam sudut ekspresi yang dimiliki dangdut, dimana dangdut juga merupakan ekspresi kebebasan bagi kaum akar rumput, yang menurut pengamatan saya, lekat dengan bunyi-bunyian musik dangdut. Mereka, yang kerap terpinggirkan, menemukan ekspresi kebebasan saat rentak dan ritme¬† dangdut membahana. Bahkan kemungkinan besar, musik dangdut lah yang justru memiliki jumlah penggemar lebih banyak dibanding musik rock. Di satu sisi, penikmat musik rock kebanyakan berkembang dari kalangan menengah keatas, yang masih menaruh kepercayaan yang tinggi terhadap budaya barat. Di mana musik rock, sebagai produk budaya pop barat, dianggap memiliki kekuatan sebagai upaya eskalasi status sosial. Continue reading “Ketika Soneta Group Bersepanggung Dengan God Bless”

Advertisements

Catatan Pendek tentang Cerita Pendek

150-07-25094

Cerita pendek (disingkat cerpen) disebut cerita karena isinya memang cerita, bukan berita, karya ilmiah, kolom, artikel, atau teks lagu; disebut pendek karena ukurannya memang relatif pendek. Relatif pendek berarti pendeknya itu variatif, dari yang hanya setengah halaman sampai puluhan halaman. Namun umumnya kita tidak membayangkan ada cerpen yang panjangnya menyamai sebuah novel atau roman. Continue reading “Catatan Pendek tentang Cerita Pendek”

Penghayatan Makna Ibadah Puasa

caknur-1

Oleh: Nurcholish Madjid

Dari berbagai ibadah dalam Islam, puasa di bulan Ramadhan barangkali merupakan ibadat wajib yang paling mendalam bekasnya pada jiwa seorang Muslim. Pengalaman selama sebulan dengan berbagai kegiatan yang menyertainya seperti berbuka, tarawih dan makan sahur senantiasa membentuk unsur kenangan yang mendalam akan masa kanak-kanak di hati seorang Muslim. Maka ibadah puasa merupakan bagian dari pembentuk jiwa keagamaan seorang Muslim, dan menjadi sarana pendidikannya di waktu kecil dan seumur hidup. Semua bangsa Muslim menampilkan corak keruhanian yang sama selama berlangsungnya puasa, dengan beberapa variasi tertentu dari satu ke lainnya. Maka kekhasan bangsa kita dalam menyambut dan menjalani ibadah puasa. Ramadhan telah pula menjadi perhatian orang Muslim Arab di akhir abad yang lalu. Seorang sarjana bernama Riyadl menyebutkan bahwa di Jawa (yang dicampuradukkan olehnya sebagai bagian dari India) para pemeluk Islam mempunyai cara yang khas dalam menyambut dan menjalani ibadah puasa. Mereka itu, kata Prof. Riyadl, pergi ke masjid beramai-ramai di saat tenggelam matahari untuk shalat Maghrib dan berbuka puasa, kemudian melakukan shalat isya dan tarawih diteruskan dengan membaca al-Qur-an (tadarrus) setiap malam satu juz sehingga mereka dapat menghatamkan Kitab Suci itu pada suatu malam di bulan suci. Dan dalam berbuka puasa mereka makan bersama suatu jenis makanan nasional yang menyerupai tha-miyyah (sejenis kue) pada kita, tetapi terbuat dari kacang polong dan bukannya dari kacang buncis.1 Continue reading “Penghayatan Makna Ibadah Puasa”

Islam dan Formalisme Ajarannya

kajian-islam.jpg

Oleh: Abdurrahman Wahid

Dalam sejarah umat manusia, selalu terdapat kesenjangan antara teori dan praktek. Terkadang kesenjangan itu sangatlah besar, dan kadang kecil. Apa yang oleh paham komunisme dirumuskan dengan kata rakyat, dalam teori dimaksudkan untuk membela kepentingan orang kecil; tapi dalam praktek justru yang dibela terbanyak adalah kepentingan kaum Aparatchik. Itupun berlaku dalam orientasi paham tersebut, yang lebih banyak membela kepentingan penguasa dari pada kepentingan rakyat kebanyakan. Karena itu, kita harus berhati-hati dalam merumuskan orientasi paham ke-Islaman, agar tidak mengalami nasib seperti paham komunisme tersebut. Continue reading “Islam dan Formalisme Ajarannya”

Tentang Marxisme – Leninisme Dalam Pandangan ISLAM

marxislam-

Oleh: Abdurrahman Wahid

Selama ini orang menganggap bahwa Marxisme-Leninisme atau lebih mudahnya komunisme, berada dalam hubungan diametral dengan Islam. Banyak faktor pendorong kepada tumbuhnya anggapan seperti itu. Secara politis, umpamanya dalam sejarah yang belum sampai satu abad. Marxisme-Leninisme telah terlibat dalam pertentangan tak kunjung selesai dengan negara-negara (dalam artian pemerintahan negara bangsa atau nation state), bangsa-bangsa, dan kelompok-kelompok muslim di seluruh dunia.

Continue reading “Tentang Marxisme – Leninisme Dalam Pandangan ISLAM”