MUSIK ROCK ADALAH OBAT AWET MUDA

Musik Rock adalah Obat Awet Muda

Oleh: Soleh Solihun

Ini bukan bermaksud jualan seperti yang biasa dilakukan akun instagram yang menawarkan obat peninggi badan pelangsing tubuh pemutih kulit ataupun obat sulit hamil, ya. Kalau judul ini adalah akun instagram, kemungkinan besar dia sudah mengotori komentar di semua posting orang, dengan bilang “Liiiikeee,” atau “Woow”, atau “Niceee.” Dan ini sepertinya paragraf pembuka yang tak terlalu keren untuk sebuah tulisan yang akan membahas hubungan antara musik rock dan awet muda. Ya sudahlah ya.

Oke, langsung saja ke intinya.

Saya pernah baca, bahwa orang-orang yang menyukai musik rock karakternya adalah kekanak-kanakkan. Saya lupa penjelasan untuk jenis musik lainnya, tapi itu yang saya ingat benar. Musik rock adalah musik yang disukai orang-orang yang kekanak-kanakkan. Yang namanya kekanak-kanakkan sepertinya sih berarti tak dewasa. Nah, ini berarti ya mereka yang menyukai musik rock, jiwanya selalu muda.

Kalau begitu, benarlah ungkapan yang bilang, “If it’s too loud, then you’re too old.” Kalau kuping Anda sudah tak bisa mentolerir musik yang bising, berarti Anda terlalu tua. Berarti sodara-sodara, mereka yang meskipun sudah uzur alias tua bangka, selama dia masih bisa mentolerir dan menikmati musik rock, di dalamnya tetap muda. Ozzy Osbourne dari Black Sabbath, Iggy Pop dari The Stooges, Mick Jagger dari The Rolling Stones, Roger Daltrey dari The Who, Achmad Albar, Ian Antono dan Donny Fattah dari Godbless adalah segelintir opa-opa yang masih berjiwa muda. Tiga nama terakhir, masih pantas terlihat memakai skinny jeans. Masih keren. Bandingkan nama-nama tadi, dengan kakek-kakek di sekitar rumah Anda yang sudah tak kuat mendengar musik keras. Saya yakin, meskipun usianya relatif sama, tapi penampilan dan semangatnya jauh berbeda.

“Banyak orang bilang, musik rock musiknya anak muda,” begitu kata Roxx di lagu “Rock Bergema.”

“Usiaku tak bertambah muda, tapi sikapku menolak tua,” kata Seringai di lagu “Alkohol.”

Salah satu semangat yang ditawarkan musik rock adalah semangat selalu muda. Musiknya yang agresif, iramanya yang menghentak, liriknya yang bersemangat, mungkin adalah formula untuk awet muda. Musik rock biasanya melawan kemapanan, liar, kadang tak peduli aturan, dan berlawanan dengan jiwa orang-orang tua. Makanya, orang yang usianya sudah tua, tapi masih mendukung semangat yang ditawarkan musik rock, berarti jiwanya belum tua.

Ada teman yang bilang, dia sudah tak kuat lagi mendengarkan irama yang terlalu bising. Saya jadi bertanya-tanya, jangan-jangan dia tak kuat karena hatinya sudah menolak, jiwanya sudah tak semuda dulu, atau lingkungan tmpat dia tinggal membuat dia semakin tua jiwa dan raganya sehingga musik rock sudah tak cocok lagi di kupingnya. Soalnya, ada juga teman-teman yang masih setia menyambut musik rock dengan gembira karena mereka tinggal di lingkungan yang sebagian besar masih berjiwa muda.

Jadi, apakah kita menua lalu tak kuat lagi mendengarkan musik rock, ataukah karena kita berhenti mendengarkan musik rock lalu menua? Ini adalah salah satu misteri hidup.

Ayo, sekarang tanyakan pada diri Anda. Berapa umur Anda sekarang? Kalau Anda menjelang kepala 4, kemungkinan Anda sudah termasuk tua. Kalau yang masih kepala 2 atau belasan sih, sudah pasti Anda masih muda. Nah, buat yang sudah dikategorikan tua, seberapa sering Anda mendengarkan musik rock dalam sehari? Kalau kadarnya masih banyak, berarti Anda masih berjiwa muda. Kalau kadar musik rock yang Anda dengarkan semakin lama semakin berkurang, bahkan Anda sudah tak menganggap keren lagi musik rock yang dulu Anda puja, kemungkinan Anda akan menuju ke jurang kaum tua.

Ayo, sebelum terlambat. Tetaplah konsumsi asupan musik rock dengan teratur, supaya jiwa Anda muda. Tak perlu itu ramuan pengencang kulit, atau pergi ke Haji Jeje dan Dr Tompi demi terlihat muda. Musik rock adalah jawabannya.

Oke oke, mungkin sebagian dari Anda ada yang bilang saya sok tahu dan menyebalkan dengan menganggap bahwa mereka yang masih kuat mendengarkan musik rock adalah mereka yang berjiwa muda dan masih menyenangkan. Tapi, kan tadi sudah saya bilang, ada penelitian yang bilang, bahwa mereka yang mendengarkan musik rock, adalah mereka yang kekanak-kanakkan.

Saya mungkin kekanak-kanakkan dengan menganggungkan musik rock dan mereka yang meskipun tua tapi masih mendengarkan musik rock, tapi yang penting, saya tahu bahwa meskipun sudah kepala 3 ternyata masih ada jiwa muda bergelora di dada.

Pinggang boleh saja sudah gampang sakit. Kaki boleh saja sudah gampang pegal. Nafas boleh saja sudah mudah tersengal-sengal, tapi kuping saya masih bisa menerima hingar bingarnya musik rock. Yah, meskipun energinya sudah agak berkurang, setidaknya jiwa saya masih oktan tinggi.

Semoga kalimat penutup tadi cukup keren dan berjiwa muda.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s