Chairil yang Angkuh, Chairil yang Patuh

caChairil Anwar lahir pada tanggal 22 Juli 1922 di Medan, Sumatera Utara. Ayahnya bernama Tulus dan ibunya bernama Saleha; keduanya berasal dari Payakumbuh, Sumatera Barat. Chairil adalah anak kedua dari dua bersaudara. Ia bersekolah di HIS (Sekolah Dasar jaman Belanda) di Medan. Setelah itu ia melanjutkan ke MULO (setingkat SMP) namun hanya sampai kelas satu (Pamusuk Eneste, Mengenal Chairil Anwar, Penerbit Obor, Jakarta, hal 11-13). Continue reading “Chairil yang Angkuh, Chairil yang Patuh”

Etika dalam Kritik Sastra

thumb_158fc-artikel-sekretaris-etika-dan-kepribadian-yang-baik_adaptiveresize_721_339

Tulisan Ahmad Nurullah berjudul Yang Betul: Novel Filosofis (Media Indonesia 27 Pebruari 2005), yang menanggapi tulisan sebelumnya dari Chavchay Saifullah (20 Pebruari 2005) dan Asep Sofyan (13 Pebruari 2005), mengilhami saya untuk berpikir mengenai etika dalam kritik sastra. Istilah etika yang saya maksud berhubungan dengan kemungkinan pertanggungjawaban yang harus diberikan kritikus berkaitan dengan kerja kritiknya. Bidang ini sepertinya memang kurang mendapat perhatian dari para teoritisi sastra. Yang lebih banyak dibahas biasanya etika dalam penciptaan sastra, misalnya kasus plagiarisme, adaptasi, dan penerjemahan. Continue reading “Etika dalam Kritik Sastra”