Rock itu Lebih Menarik kalau Mengancam

Oleh: Soleh Solihun

Namanya juga rock. Batu. Cadas. Keras. Ya harusnya memang memberi rasa tak nyaman. Makanya, musik rock itu lebih menarik kalau memberi ancaman. Baik itu lewat visual, maupun lewat audio. Continue reading “Rock itu Lebih Menarik kalau Mengancam”

Advertisements

MUSIK ROCK ADALAH OBAT AWET MUDA

Musik Rock adalah Obat Awet Muda

Oleh: Soleh Solihun

Ini bukan bermaksud jualan seperti yang biasa dilakukan akun instagram yang menawarkan obat peninggi badan pelangsing tubuh pemutih kulit ataupun obat sulit hamil, ya. Kalau judul ini adalah akun instagram, kemungkinan besar dia sudah mengotori komentar di semua posting orang, dengan bilang “Liiiikeee,” atau “Woow”, atau “Niceee.” Dan ini sepertinya paragraf pembuka yang tak terlalu keren untuk sebuah tulisan yang akan membahas hubungan antara musik rock dan awet muda. Ya sudahlah ya.

Oke, langsung saja ke intinya. Continue reading “MUSIK ROCK ADALAH OBAT AWET MUDA”

Musik Bagus Saja Tidak Cukup

Musik Bagus Saja Tidak Cukup

Oleh: Marzuki Mohamad

Musik bagus saja tidak cukup, ada banyak turunan pekerjaan setelahnya agar musik yang kita produksi di studio bisa sampai ke pendengar yang dituju; mulai dari mengemas, mendistribusikan, promosi, hingga melayani penjualan dan monetizing atas musik yang kita produksi. Monetizing bisa macam-macam, mulai dari manggung, hak komersil, hinggaperformance rights. Umumnya musisi profesional membutuhkan record label untuk mengurusi semua pekerjaan itu. Continue reading “Musik Bagus Saja Tidak Cukup”

Islam dan Formalisme Ajarannya

kajian-islam.jpg

Oleh: Abdurrahman Wahid

Dalam sejarah umat manusia, selalu terdapat kesenjangan antara teori dan praktek. Terkadang kesenjangan itu sangatlah besar, dan kadang kecil. Apa yang oleh paham komunisme dirumuskan dengan kata rakyat, dalam teori dimaksudkan untuk membela kepentingan orang kecil; tapi dalam praktek justru yang dibela terbanyak adalah kepentingan kaum Aparatchik. Itupun berlaku dalam orientasi paham tersebut, yang lebih banyak membela kepentingan penguasa dari pada kepentingan rakyat kebanyakan. Karena itu, kita harus berhati-hati dalam merumuskan orientasi paham ke-Islaman, agar tidak mengalami nasib seperti paham komunisme tersebut. Continue reading “Islam dan Formalisme Ajarannya”

Soe Hok Gie: Sebuah Renungan

soe-hok-gie-si-china-kecil-yang-bahagia-mati-mudaDalam Pengantar “Catatan Seorang Demonstran”

Oleh: ARIEF BUDIMAN

Ada dua hal yang membuat saya sulit untuk menulis tentang almarhum adik saya, Soe Hok Gie. Pertama, karena terlalu banyak yang mau saya katakan, sehingga saya pasti akan merasa kecewa kalau saya menulis tentang dia pada pengantar buku ini. Kedua, karena bagaimanapun juga, saya tidak akan dapat menceritakan tentang diri adik saya secara obyektif. Saya terlalu terlibat di dalam hidupnya. Continue reading “Soe Hok Gie: Sebuah Renungan”

Kearifan Pesimisme

kearifan pesimisme

Sebenarnya apa bedanya antara pesimis, berpikir realistis, dan bersyukur? Ya, secara makna, ketiga istilah ini masing-masing punya arti berbeda. Tapi kalau dipikir-pikir, nggak terlalu berbeda, ketiganya punya persamaan, sama-sama pasrah dengan keadaan yang ada dan sama-sama agar kita nggak terlalu kelewatan berekpektasi. Meski memang, pesimisme dianggap sebagai kata yang negatif, jelek untuk dipakai. Continue reading “Kearifan Pesimisme”

Pak Nur: Seni Jalanan dan Sikap

pak-nur.jpgpak-nur-1.jpg

Danuri, seseorang yang akrab dipanggil Pak Nur, pria berusia lebih dari enam puluh tahun itu layaknya petapa yang tersesat di antara ribuan dinding beton dan debu jalanan. Tak ketinggalan juga pohon-pohon yang berbaris – walau hanya beberapa – yang layu disirami asap kendaraan, yang menemaninya tinggal di tengah peradaban tersebut. Namun, hidup di jalanan tak membuat dirinya menjadi layu. Hari-hari di saat usianya semakin senja, diisi olehnya dengan berkarya di jalanan. Dalam berkaryanya pun, ia jauh dari suatu kenyamanan. Tak ada sedikitpun bantuan dana dari orang lain, atau bahkan dinas pendidikan dan kebudayaan – walaupun karya-karyanya sangat mendidik. Ia berkarya dari hasil memulungnya sehari-hari. Continue reading “Pak Nur: Seni Jalanan dan Sikap”