Chairil yang Angkuh, Chairil yang Patuh

caChairil Anwar lahir pada tanggal 22 Juli 1922 di Medan, Sumatera Utara. Ayahnya bernama Tulus dan ibunya bernama Saleha; keduanya berasal dari Payakumbuh, Sumatera Barat. Chairil adalah anak kedua dari dua bersaudara. Ia bersekolah di HIS (Sekolah Dasar jaman Belanda) di Medan. Setelah itu ia melanjutkan ke MULO (setingkat SMP) namun hanya sampai kelas satu (Pamusuk Eneste, Mengenal Chairil Anwar, Penerbit Obor, Jakarta, hal 11-13). Continue reading “Chairil yang Angkuh, Chairil yang Patuh”

Advertisements

Etika dalam Kritik Sastra

thumb_158fc-artikel-sekretaris-etika-dan-kepribadian-yang-baik_adaptiveresize_721_339

Tulisan Ahmad Nurullah berjudul Yang Betul: Novel Filosofis (Media Indonesia 27 Pebruari 2005), yang menanggapi tulisan sebelumnya dari Chavchay Saifullah (20 Pebruari 2005) dan Asep Sofyan (13 Pebruari 2005), mengilhami saya untuk berpikir mengenai etika dalam kritik sastra. Istilah etika yang saya maksud berhubungan dengan kemungkinan pertanggungjawaban yang harus diberikan kritikus berkaitan dengan kerja kritiknya. Bidang ini sepertinya memang kurang mendapat perhatian dari para teoritisi sastra. Yang lebih banyak dibahas biasanya etika dalam penciptaan sastra, misalnya kasus plagiarisme, adaptasi, dan penerjemahan. Continue reading “Etika dalam Kritik Sastra”

Catatan Pendek tentang Cerita Pendek

150-07-25094

Cerita pendek (disingkat cerpen) disebut cerita karena isinya memang cerita, bukan berita, karya ilmiah, kolom, artikel, atau teks lagu; disebut pendek karena ukurannya memang relatif pendek. Relatif pendek berarti pendeknya itu variatif, dari yang hanya setengah halaman sampai puluhan halaman. Namun umumnya kita tidak membayangkan ada cerpen yang panjangnya menyamai sebuah novel atau roman. Continue reading “Catatan Pendek tentang Cerita Pendek”

Sejarah Terjemahan Fiksi Rusia di Indonesia

tolstoy

Para pembaca Indonesia pertama kali mengenal kesusastraan Rusia dalam terjemahan Belanda. Dalam suatu surat yang ditulisnya pada tahun 1903, Kartini, tokoh pencerahan bangsa yang tersohor pada masa kolonial Hindia Belanda, minta dikirimi novel Kebangkitan karya Leo Tolstoy (Kartini 1987: 343). Beberapa karya sastra klasik Rusia pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu Rendah dan diterbitkan mulai tahun 1920-an (Toergenjew 1922; Tolstoy 1922 dan 192?). Buku-buku itu rupanya disadur dari versi Belandanya. Continue reading “Sejarah Terjemahan Fiksi Rusia di Indonesia”

Soe Hok Gie: Sebuah Renungan

soe-hok-gie-si-china-kecil-yang-bahagia-mati-mudaDalam Pengantar “Catatan Seorang Demonstran”

Oleh: ARIEF BUDIMAN

Ada dua hal yang membuat saya sulit untuk menulis tentang almarhum adik saya, Soe Hok Gie. Pertama, karena terlalu banyak yang mau saya katakan, sehingga saya pasti akan merasa kecewa kalau saya menulis tentang dia pada pengantar buku ini. Kedua, karena bagaimanapun juga, saya tidak akan dapat menceritakan tentang diri adik saya secara obyektif. Saya terlalu terlibat di dalam hidupnya. Continue reading “Soe Hok Gie: Sebuah Renungan”