Ketika Soneta Group Bersepanggung Dengan God Bless

Achmad Albar berduet dengan Rhoma Irama di Istora Senayan jakarta 31 Desember 1977

Dua puluh delapan¬†tahun silam tepatnya tanggal 22 Desember 1985 untuk kedua kalinya Soneta Group, orkes dangdut yang dibentuk Rhoma Irama bersepanggung dengan God Bless, band rock yang dimotori Achmad Albar. Pertama kali God Bless diskenariokan tampil bersama Soneta Group pada perayaan malam tahun baru yang berlangsung di Istora Senayan Jakarta pada tanggal 31 Desember 1977. Tampilnya God Bless dan Soneta Group merupakan konser yang banyak menyerap minat penonton. Massa penonton rock dan dangdut bisa dikatakan seimbang. Bahkan bukan tak mungkin ada penikmat rock yang juga menyukai dangdut, demikian juga sebaliknya. Secara jujur harus diakui, rock dan dangdut adalah musik yang memiliki karakter dan dinamika yang dekat semangat anak muda atau yang berjiwa muda. Rock dengan kredo kebebasan berekspresi nyaris memiliki persamaan dalam sudut ekspresi yang dimiliki dangdut, dimana dangdut juga merupakan ekspresi kebebasan bagi kaum akar rumput, yang menurut pengamatan saya, lekat dengan bunyi-bunyian musik dangdut. Mereka, yang kerap terpinggirkan, menemukan ekspresi kebebasan saat rentak dan ritme¬† dangdut membahana. Bahkan kemungkinan besar, musik dangdut lah yang justru memiliki jumlah penggemar lebih banyak dibanding musik rock. Di satu sisi, penikmat musik rock kebanyakan berkembang dari kalangan menengah keatas, yang masih menaruh kepercayaan yang tinggi terhadap budaya barat. Di mana musik rock, sebagai produk budaya pop barat, dianggap memiliki kekuatan sebagai upaya eskalasi status sosial. Continue reading “Ketika Soneta Group Bersepanggung Dengan God Bless”

Sejarah Terjemahan Fiksi Rusia di Indonesia

tolstoy

Para pembaca Indonesia pertama kali mengenal kesusastraan Rusia dalam terjemahan Belanda. Dalam suatu surat yang ditulisnya pada tahun 1903, Kartini, tokoh pencerahan bangsa yang tersohor pada masa kolonial Hindia Belanda, minta dikirimi novel Kebangkitan karya Leo Tolstoy (Kartini 1987: 343). Beberapa karya sastra klasik Rusia pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu Rendah dan diterbitkan mulai tahun 1920-an (Toergenjew 1922; Tolstoy 1922 dan 192?). Buku-buku itu rupanya disadur dari versi Belandanya. Continue reading “Sejarah Terjemahan Fiksi Rusia di Indonesia”